Belasungkawa untuk demokrasi di Umno – Aizat Fikri Nasir Fikri
Rencana

Belasungkawa untuk demokrasi di Umno – Aizat Fikri Nasir Fikri

Popkin mencatat bahwa kita hidup di era di mana loyalitas terhadap partai memudar.

Fokusnya bergeser ke individu dan tidak lagi ke partai. Hal ini menyebabkan persaingan antar anggota partai untuk menonjol dan mencari ruang untuk melebarkan sayap politik masing-masing. Perlombaan di dalam party menjadi semakin intens dan ternyata melelahkan.

Skenario berbahaya ini terjadi di antara kepemimpinan UMNO dan akar rumput.

Demokrasi yang dulunya mulia sedang mengalami kemunduran. Persaingan yang tidak sehat antara anggota dan pimpinan puncak menimbulkan ketegangan dan mematahkan semangat solidaritas yang sangat penting untuk menjaga kekuatan partai. Masing-masing memiliki agenda dan triknya sendiri.

Bila ini terjadi, anggota partai akan terpecah menjadi faksi-faksi tertentu yang secara tidak langsung mengobarkan semangat assabiyah. Semangat assabiyah menggerogoti demokrasi. Sebuah kelompok yang baik dan dekat dengan orang-orang senior partai tampak populer, mendapat penghargaan yang baik dan memegang posisi elit. Sedangkan mereka yang kurang dikenal meskipun kemampuan, potensi dan visinya akan diabaikan.

Hari yang salah dalam sebulan, mereka akan ditanyai oleh mayoritas yang terbukti lebih kuat. Dalam situasi ini demokrasi berubah menjadi diskriminasi.

Saya mengikuti dari dekat gelombang perubahan pasang surut yang menimpa UMNO. Pada periode saat ini, ketika orang-orang menjadi lebih kritis dan analitis, Umno memberikan kinerja yang sangat buruk dalam sejarah.

Bagaimana Umno ingin tetap relevan di mata rakyat jika para pemimpin di partai itu sendiri bertengkar dan saling bertikai?

Glu ukhuwah dan semangat perjuangan yang menjadi perekat keutuhan UMNO semakin hari semakin kering. Apa yang diperjuangkan Umno saat ini? Tidak ada kebijakan, kebijakan dan agenda yang jelas dalam mengarahkan perjalanan negara ini.

Setiap hari melalui media massa, rakyat disuguhkan berita menjijikan pemimpin A yang mengejek pemimpin B. Dengan konflik internal yang tidak bisa disucikan, rakyat akan dimangsa. Janji-janji selama kampanye pemilu tidak dapat dipenuhi dan orang-orang yang bertanggung jawab untuk menjalankan tugas itu terhimpit oleh tekanan dan tuntutan internal partai yang menempatkan karir politiknya di ujung tanduk.

Perjuangan Umno yang sebenarnya adalah untuk memajukan kesejahteraan rakyat, mengangkat martabat bangsa dan melawan propaganda sesat oposisi. Namun, ketika pimpinan UMNO dan anggota partai sendiri seperti anjing dan kucing, tujuan perjuangan adalah untuk mencapai target, sehingga membuka peluang bagi oposisi untuk menunjukkan taringnya.

Umno telah lari dari jalur aslinya. Kita yang dulunya pahlawan demokrasi, kini menjadi pembunuh demokrasi. Garis kepemimpinan yang dulunya vokal menyuarakan pandangan akar rumput kini bungkam dalam seribu bahasa menjadi boneka pemimpin utama.

Pemimpin UMNO menjadi lebih arogan, arogan dan egois. Presiden partai bersedia menutup telinga dan hidup dalam dunia fantasi ciptaannya sendiri saat partai menderita. Umno rusak, anggota partai di akar rumput terluka. Sejarah membuktikan bahwa kekeraskepalaan pemimpin tidak membawa kebaikan tetapi mengundang kekalahan.

Itulah yang terjadi di Terengganu pada 1999. Sekarang kita tidak bisa lagi bersuara di UMNO, hanya mereka yang setuju dengan presiden yang memiliki kekebalan untuk menghina orang lain.

Umno juga berada dalam posisi kritis karena kurangnya pemimpin dan penerus yang kredibel. Dulu, kita tidak hanya hafal nama-nama menteri kabinet, tapi kita bisa melihat kerja dan kontribusi mereka.

Kami bangga dan bersemangat dengan ide-ide bijaksana yang mereka hadirkan untuk keunggulan masa depan tanah air yang beruntung ini. Tapi sekarang, kita sendiri hampir tidak tahu susunan menteri Kabinet. Sudah tidak diketahui namanya, apalagi program pembangunan yang direncanakan mereka tentu seperti jauh dari api.

Melalui media sosial, mereka menjadi bahan lelucon publik. Mungkin, memudarnya rasa hormat terhadap pemimpin di tengah masyarakat berasal dari kepemimpinan UMNO itu sendiri. Padahal tidak demikian, sementara Datuk Seri Tengku Adnan Tengku Mansor dan Datuk Seri Nazri Aziz sendiri di garis depan pimpinan UMNO dengan lantang menghina Tun Dr Mahathir Mohamad dan Tan Sri Muhyiddin Yassin.

Contoh buruk seperti inilah yang ditunjukkan kepada anggota partai lain dan juga kepada masyarakat secara keseluruhan. Merekalah yang bertindak seperti duri dalam daging yang perlahan menggerogoti kepercayaan dan rasa hormat masyarakat terhadap UMNO. Mereka terkadang lupa harus duduk dimana.

UMNO sedang diserang oleh penyakit barbarisme yang sangat kronis, barbarisme diperbolehkan di UMNO untuk melindungi dan mempertahankan individu yang berkuasa. Gejolak politik yang melanda Kedah dan Terengganu membuktikan bahwa penyakit itu sudah menjalar ke seluruh urat nadi dan organ internal partai.

Para pemimpin dan anggota partai di tingkat negara bagian sangat pandai mengkritik, menghina, mengejek dan sama sekali tidak menghormati mantan pemimpin mereka, seolah-olah kedua menteri utama ini tidak pernah menjabat sama sekali.

Bagaimana anak muda bisa tertarik dengan umno, sedangkan pemimpin senior yang banyak berbuat kebaikan bisa diperlakukan sama, seperti anak muda yang hanya ingin menjinakkan diri di dunia politik, tak heran mengapa mereka selalu menjauhi umno. .

Diakui, kaum muda khususnya telah kehilangan semangat patriotisme terhadap negara dan juga UMNO. Menghargai jasa dan pengorbanan para pemimpin sebelumnya dalam membebaskan negara dari penjajah tidak bisa lagi dijadikan modal untuk menarik minat dan loyalitas mereka kepada partai karena mereka telah menutup mata dan tuli terhadap fakta sejarah.

Mereka lebih tertarik mendengarkan ide dan rencana progresif. Perjuangan Umno sepertinya tidak berarti apa-apa bagi mereka. Hal ini menghidupkan peran yang dimainkan oleh sayap Pemuda dan Putri yang mewakili generasi muda.

Mereka yang secara alami lebih dinamis, berpikiran maju dan sarat dengan ide-ide baru yang segar tidak memancarkan kemampuan ke tingkat optimal. Kini Pemuda dan Puteri tampaknya mudah dijinakkan dan dilunakkan oleh pimpinan partai. Mereka juga tidak berubah seperti ilalang yang tidak berdiri-ke kiri dan ke kanan-sejalan dengan tiupan kata-kata pimpinan.

Sebagai generasi muda, Pemuda dan Putri harus lebih progresif dan pragmatis. Mereka perlu melihat sesuatu dari sudut pandang beliawan dan beliawanis. Jika ada yang salah, masalahnya harus diperbaiki.

Dengan cara itu, hanya dengan demikian demokrasi akan dipertahankan dan berkembang. Daratan mana yang tidak hujan, lautan mana yang tidak bergejolak, Pemuda dan Putri perlu menjadi kelompok penekan dari dalam partai dan tidak hanya menjadi pahlawan di luar partai.

Saya melihat terlalu banyak pestisida yang menghambat pertumbuhan demokrasi di UMNO. Jika persaingan antar anggota partai tidak dibendung, maka akan semakin kacau dan berujung pada kehancuran partai.

Tsunami perubahan dalam lanskap politik Malaysia pasti akan terjadi dan jika UMNO kalah dalam pemilu berikutnya, akan sulit untuk mendapatkan kembali tampuk pemerintahan. Pimpinan puncak harus menyadari hal ini, dan harus segera bertindak. Kita tidak bisa lagi melindungi pemimpin yang ternyata menjadi beban partai.

Kembalikan demokrasi di UMNO, dengarkan keluhan dan pandangan akar rumput, menyerah bukan berarti kalah. Bantu kami, presiden partai, demi pesta suci ini. Pengorbanan demi pesta suci ini. Jadilah pemimpin yang berhati besar untuk menyelamatkan pesta suci ini.

Beristirahatlah setelah 40 tahun berjalan-jalan. Ingatlah bahwa masyarakat tidak lagi menganggap UMNO sebagai partai yang ideal atau “tertinggi” seperti selama ini.

Sebelum orang-orang “bersuara” melalui surat suara mereka …-14 Maret 2016.

* Penulis adalah mantan wakil presiden Umno London.

* Ini adalah pendapat pribadi penulis dan tidak mewakili pandangan The Malaysian Insider.


Posted By : Togel Hari Ini Hongkong Yang Keluar