‘Bisa bla’, Umno tidak akan berubah dari dalam
Opinion

‘Bisa bla’, Umno tidak akan berubah dari dalam

Ada pertanyaan apakah “bisa” UMNO, partai yang menjadi tulang punggung pemerintahan Barisan Nasional (BN) di Putrajaya, berubah di usia 70 tahun. Jawaban yang pasti adalah … “bisa bla”.

Apakah jawaban itu diterima dengan hati terbuka oleh 25 anggota Dewan Tertinggi (SC) dan 191 kepala divisi UMNO, sebenarnya tidak penting sama sekali karena banyak tindakan yang dilakukan saat ini, tidak menunjukkan bahwa UMNO akan berubah.

Di sisi lain, partai pascakemerdekaan ini terlihat kehilangan arah dengan tindakan-tindakan yang dianggap lebih mementingkan kepentingan pribadi tanpa memikirkan bagaimana masyarakat menjadi lebih “melek” dalam pengamatan politiknya.

Memang benar harapan para pemimpin UMNO dan BN dalam situasi saat ini, rakyat tidak punya banyak pilihan selain terus memilih UMNO/BN untuk memerintah negara.

Hal ini karena pihak oposisi juga dalam keadaan kebingungan satu sama lain dapat diibaratkan “tidur di atas bantal, memimpikan orang lain” dan tidak melihat kesepakatan untuk menjadi jalur alternatif untuk memimpin negara.

Namun, hal itu tidak menjadi alasan bagi pimpinan UMNO dan BN untuk tidak berubah sejalan dengan keinginan masyarakat yang menginginkan kepemimpinan partai selalu relevan dengan keinginan dan kepentingan masyarakat secara keseluruhan.

Perubahan dan peremajaan yang dicanangkan oleh Datuk Seri Najib Razak sebagai presiden UMNO ke-7 dan perdana menteri ke-6 ketika mengambil alih tampuk pemerintahan pada tahun 2009 terlihat lebih gelap dari teriakan semangat yang sebelumnya menjadi harapan rakyat.

Berpijak pada slogan “Kemudian, Sekarang dan Selamanya”, Umno yang akan menghadapi ujian rakyat dalam 2 tahun ke depan saat Pemilihan Umum (GE) ke-14 diperkirakan akan digelar, tentu akan menghadapi jalan yang sulit.

Pengumuman mantan perdana menteri dan presiden UMNO yang telah berkuasa paling lama, Tun Dr Mahathir Mohamad Senin lalu, untuk meninggalkan partai, sekali lagi pasti berdampak besar pada 3 juta anggota partai Melayu.

Memang, “jenderal” perang Najib akan meremehkan keputusan Dr Mahathir karena bukan hal asing bagi pemimpin berusia 92 tahun itu untuk meninggalkan UMNO.

Dia meninggalkan UMNO selama pemerintahan Tun Abdullah Ahmad Badawi pada tahun 2008, mengakibatkan BN kehilangan mayoritas dua pertiga untuk pertama kalinya di GE12.

Kemudian dia kembali ke UMNO ketika Najib mengambil alih dengan alasan dia lebih percaya pada reformasi yang dijanjikan oleh putra presiden UMNO kedua, yang bertanggung jawab untuk membawanya kembali ke UMNO, setelah Tunku Abdul Rahman dipecat pada tahun 1972.

Apa yang coba dilakukan Dr Mahathir ketika dia kembali memasuki UMNO pada tahun 2009, adalah mencoba mengubah UMNO dari dalam dan selama itu, dia bertahan dengan mencoba menasihati Najib seperti yang dia klaim, tetapi itu tidak berpengaruh sama sekali.

Begitu pula dengan Tan Sri Muhyiddin Yassin yang mencoba mengubah Umno dari dalam dan juga pimpinan partai sebelumnya, seperti Datuk Saifuddin Abdullah dan Datuk Zaid Ibrahim.

Semuanya gagal… Umno tidak akan bisa berubah dari dalam itu faktanya karena kepemimpinannya baik di tingkat MT atau divisi terus berpuas diri dan percaya, rakyat akan tetap memilih mereka.

Pilihan rakyat bukan karena UMNO kuat, bersih atau kredibel, tetapi karena mereka percaya bahwa rakyat tidak punya pilihan dan keberanian untuk mengubah tampuk pemerintahan.

Di sinilah keberhasilan UMNO menjadi yang terpenting karena meski kepemimpinannya bergulat dengan berbagai skandal dan krisis kepercayaan, pimpinan partai yakin tidak akan ditolak oleh rakyat.

Pengungkapan demi wahyu yang dilakukan oleh oposisi dan Dr Mahathir selain Muhyiddin tentang skandal dan isu seputar Umno dan pemerintahan BN, sebenarnya kurang berdampak pada rakyat untuk berani mengubah pemerintahan selama GE.

Lubuk Umno adalah masyarakat pedesaan dengan politik pelayanan dan pembangunan yang terus menjadi “permen” terbaik bagi partainya, mendapatkan amanah dari masyarakat pedesaan.

Proses urbanisasi terbatas pada daerah perkotaan dan semi-perkotaan dan catatan GE13 menunjukkan bahwa pemilih di daerah ini pasti tidak akan memilih UMNO/BN tetapi itu tidak cukup untuk mengatasi suara pedesaan yang selalu menjadi cadangan tetap UMNO.

Dalam hal ini, jika masyarakat berharap akan ada pemimpin yang mampu mengubah partai dari dalam, itu hanya retorika pimpinan UMNO seperti lagu peremajaan dan reformasi.

Tidak ada yang bisa diubah dari dalam UMNO, tidak ada yang akan berhasil mengubah partai ini karena telah berkembang menjadi sebuah institusi, yang memiliki hierarki dan aturan tidak tertulis yang harus dipatuhi oleh anggotanya.

Sekarang terserah masyarakat dan anggota UMNO untuk menilai dan di era ledakan informasi yang begitu cepat, partai pasca kemerdekaan ini hanya bisa berubah jika terjadi tragedi, yaitu kehilangan GE.

Jadi, jawaban dari pertanyaan apakah Umno bisa berubah dari dalam adalah “bisa bla”. – 2 Maret 2016.

* Ini adalah pendapat pribadi penulis dan tidak mewakili pandangan The Malaysian Insider.


Posted By : keluaran hk 2021