Pemecatan Dr Mahathir Sakiti Najib – Shahbudin Husin
Rencana

Pemecatan Dr Mahathir Sakiti Najib – Shahbudin Husin

Tun Dr Mahathir Mohamad akhirnya diberhentikan sebagai penasihat Petronas karena perbedaan pendapatnya dengan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak.

Dalam tindakan yang diputuskan dengan suara bulat oleh Kabinet, mantan perdana menteri itu dianggap tidak layak untuk memegang jabatan itu karena dianggap tidak mendukung pemerintah saat ini.

Alasan utama penghentian Dr Mahathir adalah karena Deklarasi Rakyat yang ia luncurkan pekan lalu dengan tokoh-tokoh nasional terkemuka, termasuk dari partai-partai oposisi yang digambarkan Kabinet sebagai upaya untuk menggulingkan pemerintah.

Meski aksi terhadap Dr Mahathir diyakini karena desakan banyak pihak di UMNO sendiri mengenai masalah tersebut, namun ini bukanlah tanggapan pertama Najib terhadap mantan perdana menteri tersebut.

Sebelumnya, Mahathir juga telah diselidiki beberapa kali oleh polisi di bawah Undang-Undang Penghasutan menyusul pernyataannya yang keras untuk mencopot Najib dari kursi perdana menteri.

Apakah Dr Mahathir akan dibawa ke pengadilan atau tidak, itu akan sangat dipengaruhi oleh apa yang dia lakukan setelah ini.

Jika Deklarasi Rakyat menyebabkan Dr Mahathir dicopot sebagai penasihat Petronas, bukan tidak mungkin deklarasi tersebut juga akan menyebabkan “kandang terdakwa” di pengadilan menunggunya setelah ini.

Bagi Dr Mahathir, penghentian layanannya di Petronas mungkin tidak mengejutkan karena dia sendiri telah menawarkan untuk mundur darinya pada Desember 2013.

Namun, keinginan Dr Mahathir itu ditolak oleh Najib yang merasa masih perlu baginya untuk terus berkontribusi bagi perkembangan dan kesuksesan perusahaan minyak besar negara itu.

Dengan demikian, penghentian ini diyakini tidak memiliki dampak psikologis dan emosional pada Dr Mahathir.

Namun di mata rakyat, keputusan Kabinet tersebut secara umum tidak dapat diterima oleh mereka, terutama karena memuji kebijaksanaan Dr Mahathir dalam mengharumkan nama negara melalui Petronas dengan membangun KLCC Twin Towers, Sepang dan Putrajaya Racing Circuits.

Dengan penghentian layanan Dr Mahathir, orang-orang melihatnya sebagai tindakan politik yang keterlaluan dari Najib dalam menghadapi serangan dan kritik terhadap mantan perdana menteri.

Pertanyaannya, apakah keputusan Kabinet akan membuat Drn Mahathir santai dan menyerah atau akankah tekanannya semakin keras?

Apakah tidak ada pilihan lain yang bisa diambil selain mengakhiri pengabdiannya di Petronas yang notabene tidak memberikan manfaat apapun dari segi pengaruh dan keuangan dalam konteks perselisihan Dr Mahathir dengan Najib?

Namun berdasarkan fakta bahwa Dr Mahathir akan terus menyerang dan mengkritik Najib, perkembangan ini akan semakin meningkatkan simpati masyarakat terhadapnya.

Pada saat yang sama, Najib akan terus terjebak dalam upaya untuk mendapatkan dukungan dan dukungan rakyat karena selain dianggap terlalu keras, jasa dan kontribusinya kepada negara tentu saja seperti surga dan bumi dibandingkan dengan Dr Mahathir.

Jadi, keputusan Kabinet ini, selain jauh dari menenangkan, akan menambah kesulitan bagi Najib di masa-masa mendatang. – shahbudindotcom.blogspot.com, 12 Maret 2016.

* Ini adalah pendapat pribadi penulis dan tidak mewakili pandangan The Malaysian Insider.


Posted By : Togel Hari Ini Hongkong Yang Keluar