Penahanan 2 jurnalis Australia dibenarkan, kata polisi
Bahasa

Penahanan 2 jurnalis Australia dibenarkan, kata polisi

Penahanan 2 jurnalis Australia dibenarkan, kata polisiPenahanan 2 wartawan Australia ini diperlukan untuk menjaga dan memastikan keselamatan para pemimpin serta ketertiban umum tidak terganggu, kata Wakil Inspektur Jenderal Polisi Datuk Seri Noor Rashid Ibrahim. – Foto file Orang Dalam Malaysia, 14 Maret 2016.Polisi Kerajaan Malaysia (PDRM) menggambarkan penangkapan 2 warga Australia yang menerobos keamanan dan bertindak agresif untuk mendekati Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak di Kuching Sabtu lalu sebagai tindakan yang tepat.

Wakil Inspektur Jenderal Polisi Datuk Seri Noor Rashid Ibrahim mengatakan penahanan kedua wartawan itu diperlukan untuk menjaga dan memastikan keselamatan para pemimpin serta ketertiban umum tidak terganggu.

“Di dunia saat ini yang terkena ancaman militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), keamanan para pemimpin adalah prioritas, sehingga kontrol keamanan atas para pemimpin suatu negara diperketat,” katanya kepada wartawan setelah upacara serah terima jabatan. jabatan Kapolsek Kuala Lumpur di Kuala Lumpur hari ini.

Mantan Wakil Direktur Departemen Reserse Kriminal (Investigasi/Hukum) Bukit Aman Datuk Amar Singh Ishar Singh, telah ditunjuk sebagai Kepala Polisi Kuala Lumpur yang baru untuk menggantikan Datuk Tajuddin Md Isa yang ditunjuk sebagai Wakil Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Komersial Bukit Aman.

Dalam insiden pukul 20.35, polisi menangkap 2 warga Australia di Masjid Darul Ehsan, Kampung Haji Baki, Kuching karena berusaha mendekati Najib secara agresif ketika perdana menteri menghadiri acara bersama rakyat.

Mereka kemudian dibawa ke Mapolres Padawan untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum dibebaskan pada Minggu (kemarin) dengan jaminan polisi setelah keterangan mereka dicatat.

Kedua warga Australia, masing-masing berusia 51 dan 39 tahun, mengaku bekerja sebagai jurnalis di Australian Broadcasting Corporation yang berbasis di Sydney.

Ketika ditanya apakah kedua warga Australia itu memiliki hubungan dengan kelompok Daesh, Noor Rashid mengatakan: “Tidak mungkin.”

“Kalau kita lihat profil dua orang Australia itu ‘jurnalis investigatif’, hanya saja tindakannya agak keterlaluan, maka kita harus menahan dan menginterogasi mereka,” katanya. – Bernama, 14 Maret 2016.


Posted By : pengeluaran hongkong